Fayakhun Bakamla menjelaskan, bahwa banyak cara untuk memilih
pemimpin yang berkualitas. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1.
Kenali Sosok Calon Pemimpin
Ini point pertama yang harus para muda lakukan sebelum menentukan pilihan.
Kamu harus gali sebanyak mungkin informasi tentang calon yang akan kamu pilih.
Tujuannya adalah agar kita mengenal lebih dekat siapa calon pemimpin kita.
Media informasi sudah berkembang sedemikian pesatnya maka tidak ada alasan jika
para muda tidak mendapatkan informasi tentang calon pemimpinnya. Yang perlu
kamu perhatikan adalah obyektifitas sumber informasi dari media yang kamu baca
atau lihat. Mengapa? Karena bukan rahasia lagi jika beberapa media besar di
Indonesia adalah milik dari beberapa orang yang notabene adalah politikus atau
pengusaha yang dekat dengan lingkaran kekuasaan. “Sedikit banyak pasti ada
muatan kepentingan dari sang pemilik. Karenanya, ketika para muda mencoba menggali
informasi tentang sosok calon pemimpin, hendaklah melakukan perbandingan dari
berbagai sumber,” ujar Fayakhun Bakamla.
2.
Bervisi
Menurut Fayakhun Bakamla, pemimpin yang bervisi adalah pemimpin yang mempunyai
pandangan jauh ke depan sehingga dapat membawa orang-orang yang dipimpinnya
kearah yang diinginkan sesuai dengan visinya. Mudahnya, Visi itu seperti sebuah
payung yang akan menaungi kemanapun kamu pergi. Seperti yang kita singgung
dalam point 1 bahwa kita harus bisa membedakan antara hak dan kewajiban. Antara
Visi dan Misi. Hal ini bertujuan agar kita mampu berpikir obyektif dan tidak
termakan oleh pidato kampanye para calon pemimpin yang suka mengobral
janji.
3.
Pertimbangan
Setelah kamu
mendapatkan informasi dan pemahaman yang cukup dari empat point diatas, coba
kamu lakukan perbandingan diantara kandidat yang nantinya akan kamu pilih.
Langkah nomer lima ini juga penting agar para muda tidak terjebak pada
fanatisme sesaat seperti memilih Indonesian idol. Bagi Fayakhun Bakamla setidaknya
timbang-timbang sendiri agar kamu mendapatkan kriteria calon pemimpin yang
benar-benar dapat mewakili suara kamu. Atau kalau kita berbicara pahit, minimal
dari para calon pemimpin tersebut ada beberapa kriteria dari hasil penilaian
kamu yang dimiliki oleh para calon pemimpin itu.
4.
Pemimpin yang Amanah
Selanjutnya mari kita
telaah lebih jauh lagi. Jabatan, bagi seorang pemimpin adalah Amanah. Amanah
sendiri adalah istilah dalam Islam yang berarti “Meletakkan
sesuatu pada tempatnya yang pantas, tidak memberikan sebuah jabatan kecuali
kepada seseorang yang berhak, dan tidak menyerahkan suatu tugas kecuali kepada
seseorang yang selalu berusaha meningkatkan kemampuannya dengan tugas yang
diembannya.” Untuk mengetahui seseorang itu Amanah atau tidak,
kamu dapat menilainya dengan melihat track record dia selama ini. Seseorang
yang amanah pasti mampu mengemban semua tugas yang dipercayakan dan
menyelesaikannya dengan baik. Seseorang dikatakan tidak mampu memegang Amanah
bagi Fayakhun
Bakamla jika tugas yang dipercayakan tidak mampu dia emban
dan diselesaikan dengan baik. Apalagi jika secara sengaja dia tinggalkan untuk
tujuan berikutnya.
Komentar
Posting Komentar